Bila ada seorang kakek menuturkan cerita rakyat yang diceritakan turun-temurun, itu adalah hal biasa. Bila ada seorang ayah bercerita tentang kejadian yang mengharu-biru maupun membuat gembira maka tidak ada hal yang luar biasa. Bila ada pendongeng yang mendongeng kepada anak-anak hal yang lucu, itu juga hal yang biasa-biasa saja.
Tapi jika yang bercerita adalah seorang Nabi dan Rasul yang paling mulia di antara segenap Nabi dan Rasul, juga para sahabat yang merupakan generasi terbaik dalam Islam maka ini baru hal yang luar biasa.
Cerita versi cerita rakyat, dongeng atau sejenisnya, meski tidak harus dijauhi paling tidak kita harus hati-hati, karena bisa saja mengandung kolesterol dusta, syirik dan hal lain yang bertentangan dengan ajaran Islam. Adapun cerita yang benar-benar shahih dari Nabi maka ia adalah wahyu, kebenaran dan pelajaran. Karena tidaklah beliau menyampaikan sesuatu berdasarkan hawa nafsu. Sebaliknya, semua dalam rangka menanamkan keimanan dan mengajarkan kebaikan. Demikian pula dengan para sahabat, cerita dari mereka adalah kebenaran semata, penuh dengan hikmah dan pelajaran.
Buku ini dengan bahasa mengalir, memaparkan lebih dari 60 kisah dari Nabi dan Sahabat. Laksana menu makanan yang sangat lezat, menggugah selera dan higienis anda bisa memulainya dari cerita mana saja yang anda suka. Anda baca sebagian atau seluruhnya, semuanya akan memberikan vitamin keimanan, protein ketakwaan dan kalori kesungguhan dalam mengambil pelajaran hidup.
Alangkah baiknya, jika kita berusaha untuk tidak bercerita kecuali yang benar-benar shahih, apalagi jika ia adalah cerita dari Nabi dan Sahabat. Buku ini dengan demikian menjadi referensi penting, sebagai buku rujukan cerita kita kepada anak-anak, saudara, teman, atau kepada siapa saja yang kita cintai karena Allah. Detail Kode
| : E-0034 | | Pengarang | : Hamid Abdul Wahab | | Tebal | : 140 | | Ukuran | : 12,5x17,5 |
|